Desain Rumah Lebih Rendah Dari Jalan Berdasarkan Fengshui

0

Banyak orang awam mengatakan rumah itu lebih rendah dari jalan, Fengshui tidak baik itu. Bahkan, beberapa tinggal di rumah, hidupnya menjadi buruk, tapi sebaliknya ada kehidupan yang lebih baik. Fengshui dikaitkan dengan banyak rumah, banyak pendapat awam yang belum tentu benar. Karena itu, sebaiknya jangan hanya menelan opini yang belum tentu benar. cobalah berpikir logis.

Sebenarnya masalah Fengshui, yang terpenting adalah siapa penghuni, bagaimana huniannya, dan dimana letak atau lingkungannya. Jika antara penghuni (manusia), hunian (bangunan), dan lingkungan (tanah) sudah selaras, maka tidak akan ada masalah, karena akan ada keseimbangan untuk menciptakan harmoni dan membawa keberuntungan. Otomatis akan tercipta Fengshui yang baik.

Desain Rumah Lebih Rendah Dari Jalan Berdasarkan Fengshui

Desain Rumah Lebih Rendah Dari Jalan Berdasarkan Fengshui

Desain Rumah Lebih Rendah Dari Jalan Berdasarkan Fengshui

Rumah yang lebih rendah dari pada jalan, sebenarnya bisa diatur dan diperbaiki dengan Fengshui untuk menciptakan tempat tinggal yang baik. Sebenarnya yang terpenting adalah siapa yang akan menempati rumah tersebut, harus selaras antara hunian dan penghuninya. Hal ini dapat dicapai dengan menerapkan pengetahuan Fengshui yang benar. Solusi dari masalah “lower-than-the-road” dengan Fengshui pada dasarnya adalah 2 cara, yaitu “secara umum” (tanpa data kelahiran penduduk) dan “secara khusus” (dengan data kelahiran penduduk).

Memecahkan dengan Fengshui “secara umum” tidak begitu rinci dan lengkap seperti penyelesaian Fengshui “khususnya”. Namun, dengan penyelesaian Fengshui secara umum, hasilnya pasti lebih baik daripada kita tidak melakukan usaha dan usaha apapun, meski kita tahu itu buruk. Kita tahu bahwa Fengshui sebagai upaya dan usaha untuk membuat tempat tinggal kita lebih baik dan bisa membawa keberuntungan dari berbagai aspek kehidupan.

Pada dasarnya ada 4 jenis solusi “umum” untuk kasus rumah yang berada di bawah jalan:

1. Buat bangunan tinggi dengan cara tingkat, dimana jika melihat perbandingan dengan jalan maka bangunan seolah-olah tidak lagi “tenggelam” di bawah jalan, tapi bisa dilihat dan menempel. Ini menjadi baik di Fengshui, dimana dampak rumah bagian bawah dari jalan menjadi “hilang” dimana sekarang nampak sebaliknya, yaitu seolah rumah menjadi lebih tinggi dari jalan.

2. Jadikan bangunan menjadi dua fungsi (dual function) dengan membuat pemisahan / perbedaan fungsi lantai 1 dengan lantai 2. Dimana lantai 1 digunakan untuk toko (bisa juga untuk bengkel, gudang, jika tidak ingin dijadikan toko) dan di lantai 2 digunakan untuk rumahan hidup. Prinsip di lantai atas (lantai 2) digunakan sebagai tempat tinggal dan di lantai bawah (lantai 1) bisa untuk tempat penyimpanan dan tempat usaha.

3. Mengubah arah pintu masuk utama (pintu masuk ruang tamu / ruang keluarga) menghadap ke samping (orientasi bangunan samping), sehingga tidak frontal ke jalan. Dengan kondisi ini, bagian depan bangunan tidak lagi jalan tapi posisi jalan ke sisi kiri / kanan rumah (tergantung tata letak pintu samping mana), dimana solusi ini bisa dilakukan untuk rumah 1 lantai.

4. Pintu belakang rumah (pintu ruang tamu) dibuat paling dominan (lebar dan tinggi). Dengan formasi ruang depan depan dengan pintu yang lebih kecil dari pintu belakang (pintu ruang tamu), orientasi bangunan nampaknya terbalik, dimana posisi jalan seolah-olah bagian belakang rumah dan bagian belakangnya. Rumah itu sekarang berada di depan rumah. Di Fengshui, pintu terbesar adalah pintu masuk utama (pintu masuk biasa ke ruang tamu atau ruang tamu). Pintu masuk utamanya adalah sebagai penanda input energi positif (chi) ke dalam rumah, pintu masuk utama sekaligus penanda menuju bangunan di Feng Shui. Solusi ini bisa dilakukan untuk 1 / gedung rumah bertingkat.

Leave a Reply